Cover buku KKN di Desa Penari

 

Cerita tentang dua sisi dunia yang hidup berdampingan yang kadang bersinggungan, bagi yang percaya memang itulah adanya ciptaan Tuhan, yang tidak percaya selagi belum mengalami sendiri akan mengatakan mitos. Termasuk manakah kamu???

Pingin nemu cerita honor kejawen di perpusda? temukan koleksi Kisah tanah jawa oleh @kisahtanahjawa yang diterbitkan Gagas Media, Jakarta. Ada seri Kisah tanah jawa: bank gaib, jagat lelembut, pocong gundul, unit gaib darurat dan seri kisah-kisah horror lainnya. Termasuk Cerita kejawen seperti KKN DI DESA PENARI yang sempat viral dan menggemparkan dunia maya.

Yuk kita tengok sedikit cuplikan kisah tentang kehidupan 6 Mahasiswa angkatan 2005/2006 yaitu Widya, Ayu, Nur, Bima, Wahyu, Anton yang akan melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata) jalur mandiri ke sebuah desa di ujung timur Pulau Jawa selama 45 hari.

Judul buku      : KKN DI DESA PENARI

Penulis            : Simpleman

Penerbit          : Bukune

Cetakan          : 2019

ISBN               : 978-602-220-339-9

Widya, Ayu, Nur, Bima, Wahyu, dan Anton bersiap menuju desa yang akan dijadikan tempat melaksanakan KKN selama satu setengah bulan ke depan. Mengabdikan diri, membantu, dan mengedukasi kehidupan masyarakat agar menjadi lebih baik, dengan sarana dan prasarana penunjang proker (Program Kerja) mereka yang telah selesai dikerjakan.

Saat motor melaju kencang menembus hutan, widya mendengar tabuhan gamelan. Suara mendayu-dayu dan terasa semakin dekat. Tiba-tiba widya melihat sesosok manusia tengah menelungkup seakan memasang pose menari. Ia berlenggak-lengkok mengikuti irama music gamelan yang ditabuh cepat.

Siapa yang menari di malam gulita seperti ni?

Tiga puluh menit berlalu, dana tap rumah terlihat samar-samar dengan cahaya yang meski temaram bisa dilihat jelas oleh mata.

“mbak… kita sudah sampai di desa.”

 

… … … lanjut baca bukunya sendiri ya … … …

 

Namun yang pasti, dari cerita seperti KKN DI DESA PENARI atau kisah kejawen lainnya kita bisa ambil pelajaran sebagai berikut :

“Tidak ada yang tahu ajal manusia.”

“Orang bijak pernah berkata, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.”

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini, senantiasa bisa menjadi jalan yang baik, menyadarkan bahwa dalam mengambil keputusan, akan selalu ada yang namanya karma tabor tuai.”

“mendahulukan dan menjunjung tinggi tata krama adalah salah satu bagian, bahwa kita sebagai manusia dapat hidup secara berdampingan, menjunjung tinggi dan selalu menghormati setiap budaya dan ada istiadat, di manapun, kita berada.” (ArifahNR)