Judul               : CHAIRUL TANJUNG  SI ANAK SINGKONG

Penulis            : Tjah Gunawan Diredja

Penerbit           : Buku Kompas

Cetakan           : Juni 2012

Tebal               : XVI+384 halaman; 15 cm x23cm

ISBN               : 978-979-709-650-2

Klasifikasi        : 920.71

SI ANAK SINGKONG

Cerita tentang hantu sebagai makhluk halus menakutkan hampir selalu membuat anak-anak takut. Seorang anak yang lahir dari keluarga miskin juga tidak luput dari ketakutan itu sampai akhirnya dia tidak jadi masuk sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) karena  disekolah itu selalu ada sejumlah suster dari belanda yang berpakaian serba putih mirip hantu. Si bocah kecil inipun urung masuk TK.

Beruntung, si anak ini mendapatkan ajaran agama yang sangat kuat dari sang nenek yang juga guru agama di  SD Negeri Jalan Tepekong, Jakarta. Didikan nenek itu menjadi dasar dan panduan sepanjang hidupnya hingga sekarang .meski demikian, demi dasar pendidikan kedisiplinan, orang tuanya dengan penghasilan sangat terbatas rela  mengorbankan apa pun agar anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan di sekolah swasta berkualitas.

Ayahandanya merupakan sosok yang terlalu idealis, prinsip politiknya bertentangan  dengan pemerintah, sehingga semua usaha percetakan koran, transportasi, dan lain-lain gulung tikar. Mereka sekeluarga hidup dan pernah tinggal di losmen berisikan delapan orang dalam satu kamar dengan kamar mandi terpisah, dan berakhir di salah satu kampung terkumuh di Pojok Jakarta karena sudah tidak  ada lagi uang untuk membayar sewa losmen.

Di usia yang masih sangat belia, ketika masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, anak tersebut sudah mulai mengurus keperluan transportasi teman-temannya yang akan study tour. Namun, setelah semua diurus, anak yang sudah biasa hidup keras ini tidak bisa ikut piknik karena sama sekali tidak memiliki uang.

Kemudian dia tumbuh dewasa, lalu belajar tentang filsofi dan prinsip-prinsip hidup sekaligus merasakan perjalanan selanjutnya bagaikan air mengalir. Si anak ini tumbuh dewasa menjadi orang dewasa yang matang. Bahkan, di usia muda pada saat yang hampir bersamaan, dia mampu meraih tiga prestasi sekaligus, baik dari sisi akademis, organisasi kemasyarakatan, maupun usaha bisnisnya.

Anak  singkong dari salah satu kampung kumuh di Jakarta itu kini menjelma menjadi salah satu tokoh cukup diperhitungkan di Indonesia. Dia adalah  Chairul Tanjung.