Penyerahan Bantuan TIK untuk Perpustakaan Desa

Dalam rangka menyiapkan Sumber Daya Manusia berkualitas untuk mendukung salah satu prioritas pembangunan nasional melalui peningkatan literasi sebagai upaya pengentasan kemiskinan. Dinas Kearsipan dan  Perpustakaan Daerah Kabupaten Grobogan pada hari Kamis tanggal 28 Nopember 2019 menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPP TIK). Kegiatan ini diikuti oleh 40 (empat puluh) orang perwakilan dari 10 (sepuluh) Desa Replikasi PerpuSeru tahun 2019.

Sepuluh Desa yang mengikuti pelatihan SPP TIK tahun 2019 meliputi :

1.        Desa Cingkrong Kecamatan Purwodadi,

2.        Desa Guci Kecamatan Godong,

3.        Desa Kalirejo Kecamatan Wirosari,

4.        Desa Karangsari Kecamatan Brati,

5.        Desa Kradenan Kecamatan Kradenan,

6.        Desa Kwaron Kecamatan Gubug,

7.        Desa Padang Kecamatan Tanggungharjo,

8.        Desa Pilangpayung Kecamatan Toroh,

9.        Desa Tarub Kecamatan Tawangharjo,

10.      Desa Terkesi Kecamatan Klambu.

Setelah menyampaikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan pelatihan SPP TIK, Kepala Dinas Kearsipan dan  Perpustakaan Daerah Kabupaten Grobogan Bapak Drs. Muryanto, MM. menyerahkan bantuan TIK berupa seperangkat unit komputer untuk Perpustakaan Desa Karangsari Kecamatan Brati dan Perpustakaan Desa Cingkrong Kecamatan Purwodadi. Bantuan tersebut merupakan reward atas komitmen Kepala Desa untuk menyelenggarakan Perpustakaan Desa melalui dukungan Anggaran Dana Desa yang digunakan untuk Pengembangan Perpustakaan Desa.

Program PerpuSeru telah diimplementasikan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Grobogan sejak awal 2016. PerpuSeru bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar dan berkegiatan masyarakat berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, dengan tujuan dapat memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pengembangan perpustakaan yang dikembangkan oleh PerpuSeru difokuskan pada pengembangan layanan dan kegiatan pelibatan masyarakat dengan target sasaran pada perempuan, pemuda, dan pengusaha kecil.

Pelatihan SPP TIK ini untuk mengubah mindset pengelola dan masyarakat bahwa perpustakaan tidak sekedar tempat meminjam dan mengembalikan buku, namun perpustakaan telah bertransformasi menjadi pusat belajar masyarakat berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Adapun Strategi Pengembangan Perpustakaan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi yang harus dilakukan meliputi :

1.        Kegiatan Pelibatan Masyarakat (Community Engagement)

adalah kegiatan di perpustakaan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat melalui penyediaan informasi yang luas (buku, internet, pelatihan) dengan melibatkan peran serta masyarakat secara aktif.

Contohnya : pelatihan marketing online, kelas ibu hamil, belajar Bahasa inggris dll.

2.        Meningkatkan Layanan Komputer dan Internet Perpustakaan

Masyarakat membutuhkan akses akan informasi secara cepat, mudah dan terkini. Perpustakaan melalui layanan komputer dan internet dapat memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga masyarakat dapat mendapatkan informasi sesuai dengan kebutuhannya.

Layanan komputer dan internet di perpustakaan bukan untuk menggantikan buku, namun untuk melengkapi informasi yang belum didapat dari buku secara cepat. Saat ini layanan komputer dan internet sangat penting untuk membantu masyarakat mengakses informasi tanpa batas.

Contohnya : layanan komputer, layanan wifi gratis, pelatihan komputer dasar

 

3.        Melakukan Advokasi dan Membangun Kemitraan.

Advokasi dapat diartikan aksi individu atau organisasi untuk mempengaruhi pembuatan keputusan di tingkat lokal, Kabupaten, Provinsi, dan Nasional untuk mendukung perubahan kebijakan/aturan yang diharapkan atau perubahan penganggaran untuk mendukung perpustakaan.

Manfaat dari kegiatan advokasi antara lain : mempercepat perubahan positif untuk perpustakaan, penggunaan sumber daya dan uang lebih efektif, kesempatan untuk mencari tambahan anggaran, mempunyai pedoman kegiatan dan membuat staf berkembang. Advokasi ini sangat penting untuk keberlanjutan pengembangan perpustakaan sehingga dibutuhkan komitmen dan konsistensi (ketekunan untuk terus melakukan).

Melalui pelatihan SPP TIK ini, pengelola perpustakan dan stakeholder terkait diharapkan mampu membangun kesadaran tentang pentingnya pengembangan perpustakaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, membangun dukungan dan komitmen untuk pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi serta menyusun rencana sinergi yang berkelanjutan untuk mendukung pengembangan perpustakaan dalam mendorong literasi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. (ArifahNR)